Selasa, 25 Desember 2012

  Tentang Makan & Minum Berdiri
Sholawat dan Salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Salah satu bukti dari cinta Rosul adalah dengan mengikuti sunah-sunahnya. Rosulullah merupakan contoh/teladan yang terbaik bagi kita sebagai muslim. Sunah-sunah Rosul mencakup seluruh perbuatan, ucapan, dan tingkah laku dari Rosulullah. Salah satu dari sunahnya adalah dalam cara makan. Berikut ini penjelasannya.

Rasullulah pernah bersabda dalam salah satu riwayat hadits “ Janganlah diantara kamu makan dan minum sambil berdiri”
Islam sangat lengkap mengatur aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara makan. Mencuci tangan sebelum makan, makan dengan tangan kanan, tidak makan sampai kekenyangan, dan tidak makan sambil berdiri adalah beberapa adab yang sudah dikenal dalam Islam. Namun ternyata, sebenarnya larangan untuk makan sambil berdiri ini juga memiliki hikmah tersendiri.

Apabila kita makan sambil berdiri, maka akan terjadi reflux asam lambung. Dengan kata lain, asam lambung akan naik ke saluran esofagus dan membuat sel-sel kerongkongan teriritasi. Iritasi sel kerongkongan ini dikarenakan pH asam lambung yang sangat asam (pH 1 – 2,5) dan kadang ditandai dengan gejala panas terbakar yang menyesak di dada (disebut sebagai “heartburn”). Bila kita tetap bandel membiasakan makan atau minum sambil berdiri dalam jangka waktu panjang, iritasi sel-sel kerongkongan ini akan berakumulasi dan menyebabkan kanker saluran esofagus. Cara mencegah reflux asam lambung ini adalah dengan makan sambil duduk.

Tak hanya makan minum sambil berdiri, ada 2 hal lain yang juga dapat menyebabkan reflux asam lambung dan “heartburn” yaitu : (1) Makan minum kekenyangan, (2) Tidur atau berbaring setelah makan.
Untuk poin satu, jelas. Lambung memang dapat mengembang 6 kali lipat ketika diisi sampai benar-benar penuh. Makin banyak makanan yang tertampung dalam lambung, lambung pun harus bekerja ekstra keras mengeluarkan asam lambung lebih banyak untuk mencerna makanan di dalamnya. Apabila lambung terlalu penuh, kelebihan asam lambung malah akan mengalir naik ke saluran esofagus. Asam lambung juga dapat mengalir ke saluran esofagus bila kita tidur atau berbaring setelah makan. Kedua kebiasaan ini sama berbahayanya dengan makan-minum sambil berdiri, yakni iritasi sel kerongkongan yang mengundang kanker saluran esofagus dalam jangka panjang. Untuk mencegah reflux asam lambung, seseorang harus menunggu 2 – 4 jam setelah makan kemudian barulah ia boleh berbaring atau tidur.

Memang tidak salah juga bila Rasulullah SAW pernah bersabda :
Janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras.”(HR Abu Nu’aim dari Aisyah r.a.)

Semoga kita bisa mengikuti dan menjalankan sunah-sunahnya agar selamat dunia akhirat. Amien

 Tentang Miniup Makanan & Minuman Panas
Meniup makanan atau minuman ketika masih panas agar dapat segera dimakan adalah sesuatu yang sangat umum dilakukan oleh masyarakat. Alasan lain agar gigi tidak mudah rusak karena makanan panas. Orang tua kita atau orang disekitar kita juga sering menganjurkan hal ini bukan?
Tahukah kamu, bahwa meniup makanan atau minuman panas sebelum makan itu tidak dianjurkan oleh Rosul. Bukan hanya itu, Jika dilihat dari sisi kesehatan,  meniup makanan sebelum makan juga merupakan sesuatu yang tidak baik bahkan bisa berbahaya.

Hadist Larangan Meniup Makanan Minuman Panas

Dalam Hadits Ibnu Abbas menuturkan “Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya”. (HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).
Dari Asma binti Abu Bakr, sesunguhnya beliau jika beliau membuat roti tsarid wadahnya beliau ditutupi sampai panasnya hilang kemudian beliau mengatakan, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya makanan yang sudah tidak panas itu lebih besar berkahnya”. [HR Hakim no 7124. Hakim mengatakan, “Hadits sahih sesuai dengan kriteria Muslim”. Pernyataan beliau ini disetujui oleh adz Dzahabi. Hadits di atas dimasukkan oleh al Albani dalam Silsilah Shahihah jilid 1 bag 2 no hadits 392].

Dalam Silsilah Shahihah jilid 1 bag 2 hal 748, al Albani mengatakan, “Terdapat riwayat yang sahih dari Abu Hurairah, beliau mengatakan “Makanan itu belum boleh dinikmati sehingga asap panasnya hilang”. Diriwayatkan oleh al Baihaqi dengan sanad yang sahih sebagaimana kujelaskan dalam Irwa’ Ghalil no 2038”.
Dari beberapa hadits di atas jelas menyatakan bahwa meniup makanan panas dan memakan makanan panas tidak dianjurkan oleh Rosulullah SAW.
Lalu bagaimana penjelasan bahaya meniup makanan atau minuman dari sisi kesehatan ? Silahkan simak penjelasannya di bawah ini yang disandur dari forum kompas

Penjelasan Bahaya Meniup Makanan dan Minuman Panas

Semua yang telah mengenyam bangku sekolah pasti memahami, manusia bernapas menghirup oksigen atau O2, dan menghembuskan karbondioksida atau CO2. Ketika kita meniup makanan, tentunya yang kita keluarkan adalah gas CO2. Sementara itu makanan panas tadi masih mengeluarkan uap air (H2O). Menurut reaksi kimia, apabila uap air bereaksi dengan karbondioksida akan membentuk senyawa asam karbonat (carbonic acid) yang bersifat asam.
H2O + CO2 => H2CO3
Perlu kita tahu bahwa didalam darah itu terdapat H2CO3 yang berguna untuk mengatur pH (tingkat keasaman) di dalam darah. Darah adalah Buffer (larutan yang dapat mempertahankan pH) dengan asam lemahnya berupa H2CO3 dan dengan basa konjugasinya berupa HCO3- sehingga darah memiliki pH sebesar 7,35 – 7,45 dengan reaksi sebagai berikut:
CO2 + H20 HCO3- + H+
Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah. Adanya kelainan pada mekanisme pengendalian pH tersebut, bisa menyebabkan salah satu dari 2 kelainan utama dalam keseimbangan asam basa, yaitu asidosis atau alkalosis.
Asidosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung asam (atau terlalu sedikit mengandung basa) dan sering menyebabkan menurunnya pH darah.
Sedangkan Alkalosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung basa (atau terlalu sedikit mengandung asam) dan kadang menyebabkan meningkatnya pH darah.
Kembali lagi ke permasalahan awal, dimana makanan kita tiup, lalu karbondioksida dari mulut kita akan berikatan dengan uap air dari makanan dan menghasilkan asam karbonat yang akan mempengaruhi tingkat keasaman dalam darah kita sehingga akan menyebabkan suatu keadaan dimana darah kita akan menjadi lebih asam dari seharusnya sehingga pH dalam darah menurun, keadaan ini lebih dikenal dengan istilah asidosis.
Hadits larangan meniup makanan panas
Seiring dengan menurunnya pH darah, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah karbon dioksida.
Pada akhirnya, ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan tersebut dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih.Tetapi kedua mekanisme tersebut tidak akan berguna jika tubuh terus menerus menghasilkan terlalu banyak asam, sehingga terjadi asidosis berat. Sejalan dengan memburuknya asidosis, penderita mulai merasakan kelelahan yang luar biasa, rasa mengantuk, semakin mual dan mengalami kebingungan. Bila asidosis semakin memburuk, tekanan darah dapat turun, menyebabkan syok, koma dan bahkan kematian.
Dampak meniup makanan panas sebelum makan ternyata mengerikan juga ya, jadi lebih baik tunggu makanan sampai dingin ketika ingin memakannya. Dan Alhamdulillah bagi kita yang masih selamat meskipun sering meniup makanan panas sebelum makan. Mari kita ikuti Sunah Rasul SAW agar selamat dunia akhirat

Contoh Dalam Kehidupan Sehari-hari:

Penerapan Sunnah Dalam Keseharian

“Katakanlah (wahai Muhammad saw): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31).
Ayat di atas menyatakan, bukti cinta hamba kepada Rabbnya adalah dengan mengikuti segala yang dilakukan oleh Rasul-Nya. Karena tentulah semua yang dilakukan oleh Rasul-Nya itu sesuai dengan perintah-Nya, sehingga tak diragukan lagi akan kebenarannya dan pantaslah untuk dijadikan tauladan.
“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)” -Qs. An-Najm: 3-4-.
Akan tetapi, sangat disayangkan, betapa sedikit sekali manusia yang mau meneladan atau mengikuti sunah Rasulullah. Padahal jika kita mau tahu, keutamaan mengikuti sunah Rasulullullah itu sangatlah banyak sekali. Salah satunya, pelaksanaan sunah Rasulullah menjadi ukuran kedudukan manusia di hadapan Allah. Jika dia banyak melaksanakan sunah Rasulullah, maka kedudukannya di hadapan Allah akan semakin tinggi dan mulia.
Namun, sangatlah sedikit orang yang mau mengamalkan sunah Rasulullah. Bisa jadi ini disebabkan karena kekurangtahuannya tentang keutamaan sunnah nabi, atau bisa jadi sudah tahu, tapi karena mengikuti hawa nafsu, mereka dengan tanpa merasa berdosa, dengan sangat ringan menyepelekan segala yang berbau sunah. Alasan mereka adalah tidak menambah keuntungan dunia. Beginilah manusia, mereka lebih mengutamakan harta dunia dari pada sunah Rasulullah. Jika misalnya dikatakan kepada mereka, barang siapa yang mengikuti sunah Rasulullah akan mendapatkan harta dengan jumlah sekian, maka kita akan akan mendapati banyak orang yang berlomba-lomba untuk melaksanakan sunah Rasul, mereka melakukan begitu tiada lain karena keinginan mereka untuk mendapatkan keuntungan dunia. Kalau dipikir, buat apa harta dunia kalau pemiliknya sudah dikubur. Apakah harta yang ia kumpulkan selama hidupnya dapat menyelamatkannya dari hewan-hewan tanah yang nantinya akan menggerogoti tubuhnya. Benarlah firman Allah pada surat Al-A’la ayat 16-17 “ Tetapi kamu lebih memilih kehidupan duniawi, padahal kehidupan akherat itu lebih baik dan kekal”.
Sunah Rasul sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan, karena pada segala aktivitas yang kita lakukan sehari-hari pasti terdapat sunah Rasul yang dapat kita terapkan pada aktivitas kita tersebut. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa sunah adalah suatu amalan yang jika dikerjakan akan menyebabkan pelaksana mendapatkan pahala, sedang jika amalan tersebut tidak dikerjakan maka tidak ada dosa bagi orang yang meninggalkannya, maka tentulah jika setiap kali aktivitas kita diusahakan sesuai sunah Rasulullah,  maka ini merupakan peluang kita untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Sungguh rugilah orang-orang yang bodoh dan tidak tahu sama sekali tentang sunah-sunah ini, karena berarti dia telah menyia-nyiakan peluang berharga yang seharusnya dapat ia manfaatkan.
Melazimi sunah Rasul akan menghasilkan banyak sekali manfaat, di antaranya: meningkatkan rasa cinta hamba kepada Rabbnya dan sebaliknya, menambah pahala yang berkurang pada amalan-amalan wajib, menjaga amalan kita supaya tak menyeleweng pada kebid’ahan, dan  pelaksanaan sunah Rasul termasuk menegakkan syari’at Allah.
Untuk bukti betapa mudahnya menerapkan sunah Rasul pada segala aktivitas, di bawah ini ada beberapa contoh sunah Rasul yang dapat diterapkan pada aktivitas sehari-hari:
Misalnya sunah Rasul yang dapat dilakukan setelah tidur: mengusapkan tangan ke wajah untuk menghilangkan bekas tidur, dalil yang menunjukkan bahwa perbuatan ini adalah sunah Rasul adalah hadits yang menyatakan bahwa setelah Rasulullah saw bangun dari tidur, beliau duduk, lalu mengusapkan tangan beliau ke wajahnya untuk menghilangkan bekas tidur. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim. Selain mengusap wajah, sunah yang berkaitan dengan bangun tidur adalah membaca doa “Al-hamdulillahil ladzi ahyaanaa ba’dama amaatana wa ilaihin nusyur”, diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Menggosok gigi dengan siwak juga termasuk sunah Rasul yang dapat diterapkan setelah bangun tidur untuk menghilangkan bau mulut, hadits yang menyebutkan tentang bersiwak setelah bangun tidur ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Dari contoh di atas, kita ketahui bahwa sunah Rasul itu sangat mudah dilaksanakan karena apa yang Rasulullah saw itu seperti apa yang kita lakukan, karena beliau sama-sama manusia seperti kita. Dengan demikian, hendaklah kita meluruskan niat kita selama  beraktivitas, bahwa yang kita lakukan itu dalam rangka menerapkan sunah Rasullah, sehingga kita akan mendapatkan pahala dari Allah yang berlipat-lipat.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.