Tentang Makan & Minum Berdiri
Sholawat dan Salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Salah satu bukti
dari cinta Rosul adalah dengan mengikuti sunah-sunahnya. Rosulullah
merupakan contoh/teladan yang terbaik bagi kita sebagai muslim.
Sunah-sunah Rosul mencakup seluruh perbuatan, ucapan, dan tingkah laku
dari Rosulullah. Salah satu dari sunahnya adalah dalam cara makan.
Berikut ini penjelasannya.
Rasullulah pernah bersabda dalam salah satu riwayat hadits “ Janganlah diantara kamu makan dan minum sambil berdiri”
Islam sangat
lengkap mengatur aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara makan.
Mencuci tangan sebelum makan, makan dengan tangan kanan, tidak makan
sampai kekenyangan, dan tidak makan sambil berdiri adalah beberapa adab
yang sudah dikenal dalam Islam. Namun ternyata, sebenarnya larangan
untuk makan sambil berdiri ini juga memiliki hikmah tersendiri.
Apabila kita
makan sambil berdiri, maka akan terjadi reflux asam lambung. Dengan kata
lain, asam lambung akan naik ke saluran esofagus dan membuat sel-sel
kerongkongan teriritasi. Iritasi sel kerongkongan ini dikarenakan pH
asam lambung yang sangat asam (pH 1 – 2,5) dan kadang ditandai dengan
gejala panas terbakar yang menyesak di dada (disebut sebagai
“heartburn”). Bila kita tetap bandel membiasakan makan atau minum sambil
berdiri dalam jangka waktu panjang, iritasi sel-sel kerongkongan ini
akan berakumulasi dan menyebabkan kanker saluran esofagus. Cara mencegah
reflux asam lambung ini adalah dengan makan sambil duduk.
Tak hanya makan
minum sambil berdiri, ada 2 hal lain yang juga dapat menyebabkan reflux
asam lambung dan “heartburn” yaitu : (1) Makan minum kekenyangan, (2)
Tidur atau berbaring setelah makan.
Untuk poin satu,
jelas. Lambung memang dapat mengembang 6 kali lipat ketika diisi sampai
benar-benar penuh. Makin banyak makanan yang tertampung dalam lambung,
lambung pun harus bekerja ekstra keras mengeluarkan asam lambung lebih
banyak untuk mencerna makanan di dalamnya. Apabila lambung terlalu
penuh, kelebihan asam lambung malah akan mengalir naik ke saluran
esofagus. Asam lambung juga dapat mengalir ke saluran esofagus bila kita
tidur atau berbaring setelah makan. Kedua kebiasaan ini sama
berbahayanya dengan makan-minum sambil berdiri, yakni iritasi sel
kerongkongan yang mengundang kanker saluran esofagus dalam jangka
panjang. Untuk mencegah reflux asam lambung, seseorang harus menunggu 2 –
4 jam setelah makan kemudian barulah ia boleh berbaring atau tidur.
Memang tidak salah juga bila Rasulullah SAW pernah bersabda :
”Janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras.”(HR Abu Nu’aim dari Aisyah r.a.)
Semoga kita bisa mengikuti dan menjalankan sunah-sunahnya agar selamat dunia akhirat. Amien
Tentang Miniup Makanan & Minuman Panas
Meniup makanan atau minuman ketika masih
panas agar dapat segera dimakan adalah sesuatu yang sangat umum
dilakukan oleh masyarakat. Alasan lain agar gigi tidak mudah rusak
karena makanan panas. Orang tua kita atau orang disekitar kita juga
sering menganjurkan hal ini bukan?
Tahukah
kamu, bahwa meniup makanan atau minuman panas sebelum makan itu tidak
dianjurkan oleh Rosul. Bukan hanya itu, Jika dilihat dari sisi
kesehatan, meniup makanan sebelum makan juga merupakan sesuatu yang
tidak baik bahkan bisa berbahaya.
Hadist Larangan Meniup Makanan Minuman Panas
Dalam
Hadits Ibnu Abbas menuturkan “Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa
Salam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya”. (HR. At
Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).
Dari
Asma binti Abu Bakr, sesunguhnya beliau jika beliau membuat roti tsarid
wadahnya beliau ditutupi sampai panasnya hilang kemudian beliau
mengatakan, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Sesungguhnya makanan yang sudah tidak panas itu lebih besar
berkahnya”. [HR Hakim no 7124. Hakim mengatakan, “Hadits sahih sesuai
dengan kriteria Muslim”. Pernyataan beliau ini disetujui oleh adz
Dzahabi. Hadits di atas dimasukkan oleh al Albani dalam Silsilah
Shahihah jilid 1 bag 2 no hadits 392].
Dalam
Silsilah Shahihah jilid 1 bag 2 hal 748, al Albani mengatakan, “Terdapat
riwayat yang sahih dari Abu Hurairah, beliau mengatakan “Makanan itu
belum boleh dinikmati sehingga asap panasnya hilang”. Diriwayatkan oleh
al Baihaqi dengan sanad yang sahih sebagaimana kujelaskan dalam Irwa’
Ghalil no 2038”.
Dari beberapa hadits di atas jelas
menyatakan bahwa meniup makanan panas dan memakan makanan panas tidak
dianjurkan oleh Rosulullah SAW.
Lalu
bagaimana penjelasan bahaya meniup makanan atau minuman dari sisi
kesehatan ? Silahkan simak penjelasannya di bawah ini yang disandur dari
forum kompas
Penjelasan Bahaya Meniup Makanan dan Minuman Panas
Semua
yang telah mengenyam bangku sekolah pasti memahami, manusia bernapas
menghirup oksigen atau O2, dan menghembuskan karbondioksida atau CO2.
Ketika kita meniup makanan, tentunya yang kita keluarkan adalah gas CO2.
Sementara itu makanan panas tadi masih mengeluarkan uap air (H2O).
Menurut reaksi kimia, apabila uap air bereaksi dengan karbondioksida
akan membentuk senyawa asam karbonat (carbonic acid) yang bersifat asam.
H2O + CO2 => H2CO3
Perlu
kita tahu bahwa didalam darah itu terdapat H2CO3 yang berguna untuk
mengatur pH (tingkat keasaman) di dalam darah. Darah adalah Buffer
(larutan yang dapat mempertahankan pH) dengan asam lemahnya berupa H2CO3
dan dengan basa konjugasinya berupa HCO3- sehingga darah memiliki pH
sebesar 7,35 – 7,45 dengan reaksi sebagai berikut:
CO2 + H20 HCO3- + H+
Tubuh
menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung
terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah. Adanya
kelainan pada mekanisme pengendalian pH tersebut, bisa menyebabkan salah
satu dari 2 kelainan utama dalam keseimbangan asam basa, yaitu asidosis
atau alkalosis.
Asidosis adalah
suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung asam (atau terlalu
sedikit mengandung basa) dan sering menyebabkan menurunnya pH darah.
Sedangkan
Alkalosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung
basa (atau terlalu sedikit mengandung asam) dan kadang menyebabkan
meningkatnya pH darah.
Kembali lagi
ke permasalahan awal, dimana makanan kita tiup, lalu karbondioksida dari
mulut kita akan berikatan dengan uap air dari makanan dan menghasilkan
asam karbonat yang akan mempengaruhi tingkat keasaman dalam darah kita
sehingga akan menyebabkan suatu keadaan dimana darah kita akan menjadi
lebih asam dari seharusnya sehingga pH dalam darah menurun, keadaan ini
lebih dikenal dengan istilah asidosis.
Seiring
dengan menurunnya pH darah, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih
cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan asam dalam darah
dengan cara menurunkan jumlah karbon dioksida.
Pada
akhirnya, ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan tersebut dengan
cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih.Tetapi kedua
mekanisme tersebut tidak akan berguna jika tubuh terus menerus
menghasilkan terlalu banyak asam, sehingga terjadi asidosis berat.
Sejalan dengan memburuknya asidosis, penderita mulai merasakan kelelahan
yang luar biasa, rasa mengantuk, semakin mual dan mengalami
kebingungan. Bila asidosis semakin memburuk, tekanan darah dapat turun,
menyebabkan syok, koma dan bahkan kematian.
Dampak meniup makanan panas
sebelum makan ternyata mengerikan juga ya, jadi lebih baik tunggu
makanan sampai dingin ketika ingin memakannya. Dan Alhamdulillah bagi
kita yang masih selamat meskipun sering meniup makanan panas sebelum
makan. Mari kita ikuti Sunah Rasul SAW agar selamat dunia akhirat
Contoh Dalam Kehidupan Sehari-hari:
Penerapan Sunnah Dalam Keseharian
“Katakanlah (wahai
Muhammad saw): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku
(Rasulullah), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.”
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31).
Ayat di atas menyatakan, bukti cinta hamba kepada Rabbnya adalah dengan
mengikuti segala yang dilakukan oleh Rasul-Nya. Karena tentulah semua
yang dilakukan oleh Rasul-Nya itu sesuai dengan perintah-Nya, sehingga
tak diragukan lagi akan kebenarannya dan pantaslah untuk dijadikan
tauladan.
“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya.
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)”
-Qs. An-Najm: 3-4-.
Akan tetapi, sangat disayangkan, betapa sedikit sekali manusia yang mau
meneladan atau mengikuti sunah Rasulullah. Padahal jika kita mau tahu,
keutamaan mengikuti sunah Rasulullullah itu sangatlah banyak sekali.
Salah satunya, pelaksanaan sunah Rasulullah menjadi ukuran kedudukan
manusia di hadapan Allah. Jika dia banyak melaksanakan sunah
Rasulullah, maka kedudukannya di hadapan Allah akan semakin tinggi dan
mulia.
Namun, sangatlah sedikit orang yang mau mengamalkan sunah Rasulullah.
Bisa jadi ini disebabkan karena kekurangtahuannya tentang keutamaan
sunnah nabi, atau bisa jadi sudah tahu, tapi karena mengikuti hawa
nafsu, mereka dengan tanpa merasa berdosa, dengan sangat ringan
menyepelekan segala yang berbau sunah. Alasan mereka adalah tidak
menambah keuntungan dunia. Beginilah manusia, mereka lebih mengutamakan
harta dunia dari pada sunah Rasulullah. Jika misalnya dikatakan kepada
mereka, barang siapa yang mengikuti sunah Rasulullah akan mendapatkan
harta dengan jumlah sekian, maka kita akan akan mendapati banyak orang
yang berlomba-lomba untuk melaksanakan sunah Rasul, mereka melakukan
begitu tiada lain karena keinginan mereka untuk mendapatkan keuntungan
dunia. Kalau dipikir, buat apa harta dunia kalau pemiliknya sudah
dikubur. Apakah harta yang ia kumpulkan selama hidupnya dapat
menyelamatkannya dari hewan-hewan tanah yang nantinya akan menggerogoti
tubuhnya. Benarlah firman Allah pada surat Al-A’la ayat 16-17 “ Tetapi
kamu lebih memilih kehidupan duniawi, padahal kehidupan akherat itu
lebih baik dan kekal”.
Sunah Rasul sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan, karena pada segala
aktivitas yang kita lakukan sehari-hari pasti terdapat sunah Rasul
yang dapat kita terapkan pada aktivitas kita tersebut. Sebagaimana yang
kita ketahui, bahwa
sunah adalah suatu amalan yang jika dikerjakan
akan menyebabkan pelaksana mendapatkan pahala, sedang jika amalan
tersebut tidak dikerjakan maka tidak ada dosa bagi orang yang
meninggalkannya, maka tentulah jika setiap kali aktivitas kita
diusahakan sesuai sunah Rasulullah, maka ini merupakan peluang kita
untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Sungguh rugilah
orang-orang yang bodoh dan tidak tahu sama sekali tentang sunah-sunah
ini, karena berarti dia telah menyia-nyiakan peluang berharga yang
seharusnya dapat ia manfaatkan.
Melazimi sunah Rasul akan menghasilkan banyak sekali manfaat, di
antaranya: meningkatkan rasa cinta hamba kepada Rabbnya dan sebaliknya,
menambah pahala yang berkurang pada amalan-amalan wajib, menjaga amalan
kita supaya tak menyeleweng pada kebid’ahan, dan pelaksanaan sunah
Rasul termasuk menegakkan syari’at Allah.
Untuk bukti betapa mudahnya menerapkan sunah Rasul pada segala
aktivitas, di bawah ini ada beberapa contoh sunah Rasul yang dapat
diterapkan pada aktivitas sehari-hari:
Misalnya sunah Rasul yang dapat dilakukan setelah tidur:
mengusapkan tangan ke wajah untuk menghilangkan bekas tidur, dalil
yang menunjukkan bahwa perbuatan ini adalah sunah Rasul adalah hadits
yang menyatakan bahwa setelah Rasulullah saw bangun dari tidur, beliau
duduk, lalu mengusapkan tangan beliau ke wajahnya untuk menghilangkan
bekas tidur. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim. Selain mengusap
wajah, sunah yang berkaitan dengan bangun tidur adalah membaca doa
“Al-hamdulillahil ladzi ahyaanaa ba’dama amaatana wa ilaihin nusyur”,
diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Menggosok gigi dengan siwak juga
termasuk sunah Rasul yang dapat diterapkan setelah bangun tidur untuk
menghilangkan bau mulut, hadits yang menyebutkan tentang bersiwak
setelah bangun tidur ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Dari contoh di atas, kita ketahui bahwa sunah Rasul itu sangat mudah
dilaksanakan karena apa yang Rasulullah saw itu seperti apa yang kita
lakukan, karena beliau sama-sama manusia seperti kita. Dengan demikian,
hendaklah kita meluruskan niat kita selama beraktivitas, bahwa yang
kita lakukan itu dalam rangka menerapkan sunah Rasullah, sehingga kita
akan mendapatkan pahala dari Allah yang berlipat-lipat.
0 komentar:
Posting Komentar